
Daftar Isi
1. Tetap tenang dan ikuti arahan awak kapal
2. Ketahui lokasi alat keselamatan
3. Gunakan jaket pelampung sesuai arahan
4. Jangan berebut saat evakuasi
5. Kenali jalur evakuasi sejak awal
6. Tetap bersama kelompok
7. Jangan kembali ke kapal
Jakarta, lobviagra Indonesia
—
Ketika melakukan perjalanan menggunakan
kapal laut
, penumpang bisa dihadapkan dengan berbagai kondisi di tengah perjalanan, seperti
cuaca buruk
dan gelombang tinggi. Dalam situasi darurat, penumpang perlu mengetahui apa saja langkah keselamatan yang harus dilakukan.
Hal ini mengingat ada dua peristiwa kecelakaan laut yang terjadi hampir bersamaan. KM Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin dilaporkan hilang kontak di Laut Jawa pada Minggu (13/9).
Insiden lain, yakni hilang kontaknya lima jurnalis dan tiga awak kapal di perairan Selat Sunda. Rombongan yang hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau ini mulai dikabarkan hilang pada Senin (7/9) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua insiden ini mengingatkan kita bahwa perjalanan laut memiliki risikonya tersendiri. Lalu, apa saja yang bisa dilakukan penumpang untuk menjaga keselamatan diri? Ini beberapa di antaranya:
1. Tetap tenang dan ikuti arahan awak kapal
Mengutip
Antara
, ketika kondisi laut memburuk, penumpang sebaiknya tidak panik. Dengarkan setiap pengumuman dan instruksi dari nakhoda ataupun awak kapal.
Jika Anda diminta melakukan evakuasi atau meninggalkan kapal, ikuti prosedur yang diarahkan oleh awak kapal dan jangan mengambil tindakan sendiri.
2. Ketahui lokasi alat keselamatan
Penumpang sebaiknya mengetahui lokasi perlengkapan keselamatan yang tersedia di kapal. Salah satunya, jaket pelampung yang dapat digunakan dalam kondisi darurat.
Basarnas dalam materi edukasinya juga menjelaskan sejumlah sarana penyelamatan di laut, termasuk life raft atau rakit penolong yang digunakan dalam proses penyelamatan.
3. Gunakan jaket pelampung sesuai arahan
Jika awak kapal meminta penumpang menggunakan jaket pelampung, segera kenakan dan pastikan terpasang dengan benar serta kencang.
Jaket pelampung sebaiknya tidak dilepas meski penumpang merasa sudah berada di tempat aman. Kondisi laut dapat berubah dan situasi darurat bisa kembali terjadi.
4. Jangan berebut saat evakuasi
Saat terjadi keadaan darurat, penumpang sebaiknya tidak berebut menuju satu titik. Ikuti jalur evakuasi dan arahan awak kapal agar proses penyelamatan berlangsung tertib.
Awak kapal mengetahui lokasi serta penggunaan berbagai perlengkapan keselamatan, sehingga instruksi mereka menjadi acuan utama selama proses evakuasi.
5. Kenali jalur evakuasi sejak awal
Sebelum atau selama perjalanan, penumpang dapat memperhatikan informasi keselamatan yang diberikan oleh awak kapal. Mengetahui jalur keluar dan lokasi perlengkapan keselamatan dapat membantu penumpang bertindak lebih terarah apabila kondisi darurat terjadi.
6. Tetap bersama kelompok
Jika sudah berada di laut, sebaiknya jangan berenang sendirian. Seseorang yang berenang sendirian akan lebih sulit untuk ditemukan.
Gunakan alat komunikasi atau perangkat penanda keadaan darurat yang tersedia untuk mempermudah proses penyelamatan. Hindari menggunakan perangkat secara berlebihan agar baterai tidak cepat habis.
7. Jangan kembali ke kapal
Meskipun kondisi kapal terlihat bisa mengapung, tetapi kapal belum tentu aman untuk dinaiki kembali. Kondisi kapal bisa mengalami perubahan, seperti masalah keseimbangan, kebocoran, atau masalah lainnya.
Oleh karena itu, sebaiknya penumpang tidak kembali menaiki kapal sebelum adanya instruksi dari awak kapal.
demikian beberapa tips keselamatan dan evakuasi jika terjadi kecelakaan saat menaiki kapal laut. Semoga bermanfaat.
(dsd/rti)
Baca lagi: Sambut Anak Kedua, Millie Bobby Brown Adopsi Bayi Laki-Laki
Baca lagi: Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Jakarta, Cek Spesifikasinya



