Ini Ciri-ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengutamakan Quality Time

Daftar Isi

1. Menghargai kedekatan interpersonal

2. Menyenangi perhatian yang utuh

3. Cenderung relationship-oriented

4. Sensitif terhadap perubahan dalam hubungan

Jakarta, lobviagra Indonesia

Di tengah kesibukan sehari-hari, ada orang yang menganggap waktu bersama orang-orang terdekat sebagai sesuatu yang layak diprioritaskan. Kebiasaan ini dikenal dengan

quality time

.

Bagi mereka, sekadar bertemu untuk makan siang, berjalan sore, mengobrol setelah pulang kerja, atau sekadar duduk bersama bukanlah aktivitas sepele. Waktu yang dihabiskan bersama menjadi cara untuk menjaga kedekatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Orang-orang seperti ini tak selalu gemar berada di tengah keramaian atau memiliki lingkar pertemanan yang luas. Mereka bisa saja nyaman menghabiskan waktu dengan beberapa orang terdekat.

Dalam psikologi, kualitas interaksi berperan penting dalam kesejahteraan dan kepuasan seseorang terhadap hubungan.

Pertanyaannya, seperti apa ciri kepribadian orang yang memprioritaskan

quality time

dalam kehidupannya? Berikut di antaranya, merangkum berbagai sumber.

1. Menghargai kedekatan interpersonal

Mereka cenderung memberi nilai tinggi pada interaksi langsung yang bermakna, bukan sekadar komunikasi biasa atau keberadaan fisik.

Yang dicari bukan banyaknya aktivitas bersama, melainkan rasa terhubung.

Penelitian yang dipublikasikan dalam

Journal of Social and Personal Relationship

menemukan, kualitas waktu bersama bukan sekadar bertambahnya jumlah waktu bersama, melainkan kepuasan hubungan dan tingkat stres yang lebih rendah.

2. Menyenangi perhatian yang utuh

Orang yang kerap memprioritaskan quality time biasanya tak suka jika ada orang yang justru sibuk menggulir ponsel saat bersama. Mereka cukup peka terhadap kualitas perhatian: apakah lawan bicara mendengarkan, terlibat dalam percakapan, atau justru sibuk dengan ponsel.

3. Cenderung relationship-oriented

Mereka tak bisa dikatakan sebagai seorang

extrovert

, tapi tidak juga bisa disebut

introvert

.

Alih-alih keduanya, mereka lebih cocok jika digambarkan dengan ‘

relationship-oriented

‘. Istilah terakhir merujuk pada kehidupan sosial dan kualitas hubungan yang punya tempat penting dalam kesejahteraan mereka.

Misalnya, seorang

introvert

yang senang menghabiskan waktu berkualitas dengan orang-orang terdekat.

4. Sensitif terhadap perubahan dalam hubungan

Karena memberi perhatian pada interaksi, mereka akan lebih cepat menyadari saat ada yang berubah di dalam hubungan.

Namun, bukan berarti mereka otomatis lebih sensitif secara emosional. Hanya saja, waktu dan interaksi bersama membuat mereka mampu merasakan kualitas hubungan.

(asr)

Baca lagi: Pengacara Bongkar Alasan Audi Marissa Gugat Cerai Anthony Xie

Baca lagi: Sarwendah Singgung Belum Diberi Uang Anak dan Kasus Penggelapan Ruben

Baca lagi: Staf Biro Travel Pesona Mozaik Beri Uang US$75.000 ke Staf Yaqut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: