Ini 4 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Beli Kosmetik

Daftar Isi

1. Jangan mudah percaya dengan ulasan produk

2. Waspadai klaim produk yang terlalu berlebihan

3. Pastikan produk bukan barang ilegal atau palsu

4. Cek legalitas dan informasi produk

Jakarta, lobviagra Indonesia

—

Membeli produk

kosmetik

kini semakin mudah, terutama dengan banyaknya pilihan yang tersedia di

marketplace

. Konsumen hanya perlu beberapa kali klik untuk menemukan produk yang diinginkan.

Di tengah kemudahan tersebut, Perkumpulan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) mengingatkan konsumen untuk lebih teliti sebelum membeli produk kosmetik.

Tim Kebijakan Publik dan Keberlanjutan Perkosmi, Ribut Purwanti mengatakan, ada sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian, mulai dari klaim produk hingga peredaran barang palsu. Berikut empat hal yang perlu diperhatikan saat membeli kosmetik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Jangan mudah percaya dengan ulasan produk

Ulasan atau

review

menjadi salah satu pertimbangan konsumen sebelum membeli kosmetik. Ribut mengingatkan adanya

review

palsu, pesanan palsu, hingga

buzzer

yang dapat membuat informasi mengenai suatu produk menjadi tidak objektif.

”

Fake review

,

fake order

,

buzzer

, dan manipulasi algoritma menciptakan kompetisi yang tidak sehat,” kata Ribut dalam

media gathering

Perkosmi di Jakarta Selatan, Selasa (1/9).

Karena itu, konsumen sebaiknya tidak hanya mengandalkan jumlah ulasan atau peringkat produk saat menentukan pilihan.

2. Waspadai klaim produk yang terlalu berlebihan

Klaim seperti membuat kulit putih dalam waktu singkat, menghilangkan masalah kulit secara instan, atau memberikan hasil tertentu juga perlu diperhatikan.

Menurut Ribut, pertanyaannya bukan hanya apakah suatu klaim boleh disampaikan, tetapi apakah klaim tersebut relevan bagi konsumen, didukung data, tidak memberikan ekspektasi yang keliru, dan sesuai dengan regulasi.

“Pasti melalui sains. Kemudian juga tidak boleh melebih-lebihkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelaku industri juga perlu melakukan pemeriksaan sebelum menyampaikan klaim kepada konsumen. Pemeriksaan dapat melibatkan berbagai fungsi dalam perusahaan, seperti komunikasi, legal, dan keberlanjutan.

3. Pastikan produk bukan barang ilegal atau palsu

Ribut mengatakan, produk palsu masih menjadi salah satu tantangan di

marketplace

.

“Kalau kita lihat di digital media, di

marketplace

itu kadang-kadang ada barang yang kelihatannya persis sama, tapi harganya bisa setengahnya,” katanya.

Maka dari itu, konsumen perlu memastikan produk yang dibeli berasal dari penjual yang dapat dipercaya dan memiliki informasi produk yang jelas.

4. Cek legalitas dan informasi produk

Sebelum membeli, konsumen juga perlu memastikan informasi produk dan legalitasnya. Perkosmi mendorong konsumen untuk lebih terbiasa mengecek izin edar, kemasan, serta klaim yang tercantum pada produk.

Menurut Ribut, perlindungan konsumen di era digital tidak bisa hanya mengandalkan produsen.

“Dari sisi

platform

-nya sendiri juga harus memastikan bahwa

platform

-nya ini juga beretika dan

safe

untuk

customer

-nya,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara produsen,

platform

, regulator, dan pihak terkait diperlukan untuk memastikan produk yang beredar di

marketplace

tetap aman dan sesuai ketentuan.

(anm/asr)

Baca lagi: 35 Ribu Penumpang Terdampak Imbas Penutupan Bandara Soetta

Baca lagi: FOTO: Setelah 17 Tahun, Lucas Museum of Narrative Art Akhirnya Rampung

Baca lagi: Mengenal Senjata Asal Indonesia Dipakai Agnez Mo di Reacher 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: